Postingan

Garam Beryodium? Mengapa Bukan Gula Beryodium atau Terigu Beryodium?

Kita pasti sudah sangat familiar dengan istilah "garam beryodium". Istilah ini bermakna bahwa garam tersebut telah difortifikasi dengan yodium. Namun, jika kita kritis, maka istilah ini akan menimbulkan pertanyaan, "Mengapa harus garam beryodium, sih? Mengapa bukan gula beryodium atau terigu beryodium?" Konsumsi garam beryodium telah diketahui berperan penting dalam pencegahan pembesaran kelenjar tiroid yang lebih dikenal dengan istilah gondok.
Tulisan ini tidak akan membahas hubungan antara yodium dan gondok. Tidak pula akan menjelaskan mekanisme patofisiologi dari kejadian gondok. Tulisan ini hanya akan berfokus pada penjelasan sesuai judul di atas. "Mengapa harus garam beryodium?". "Apakah bahan lain bisa diberi nama .........beryodium?"
***
Berbicara tentang gondok, pasti akan dikaitkan dengan kejadian patologis dengan istilah "hipotiroidisme". Walaupun pembesaran kelenjar tiroid dapat pula terjadi pada kasus hipertiroidisme, teta…

Gagal Terpilih, Antipsikosis Menanti

Pemilihan Umum 2019 telah selesai. Rakyat Indonesia yang telah memenuhi syarat baik di dalam dan di luar negeri telah menunaikan hak pilihnya. Hasil quick count pun telah dirilis. Dua pasangan capres-cawapres telah mengetahui hasil quick count tersebut dengan respons yang berbeda. Para pengurus partai pun telah mengetahui hasil perolehan suara untuk partainya. Para calon legislator pun telah mengetahui hasil pemilu kemarin. Bagi yang terpilih, pasti bahagia. Bagi yang tidak terpilih menjadi legislator, pasti ada rasa merana. Nah, bagi yang level merananya begitu besar, tidak jarang berimbas pada perubahan mental dan perilaku. Alhasil, orang-orang ini yang sepertinya akan menjadi pasien dari rumah sakit-rumah sakit yang menyiapkan pelayanan khusus untuk caleg yang gagal.
Nda mauja' membahas aspek sosial, budaya, kejiwaan, apalagi politik, dalam tulisan ini. Bukanka' ahli untuk aspek-aspek tersebut. Mauja' sedikit sharing kira-kira kalo para caleg stres tersebut masuk perawa…

Sabu untuk Menambah Stamina?

Seorang artis FTV, Agung Saga, ditangkap pihak kepolisian akibat kedapatan memiliki sabu-sabu. Kejadian yang terjadi tanggal 9 April 2019 ini seakan menjadi ulangan dari kasus penyalahgunaan narkoba oleh para artis tanah air. Silakan di-googling saja sendiri berita-berita sejenis tersebut.
Saat ditanya, Agung Saga mengatakan bahwa sabu-sabu tersebut digunakan untuk menambah stamina. Menurutnya, pekerjaan sebagai seorang artis membutuhkan tenaga yang besar. Karenanya, berbagai upaya dilakukan demi mengejar job sebagai seorang artis. Sayangnya, tidak jarang upaya yang dilakukan menabrak norma-norma yang ada, termasuk menggunakan narkoba.
Kita tidak akan bahas tentang aspek sosial dari kasus di atas. Saya justru tertarik membahas pernyataan Agung Saga tentang sabu yang dapat meningkatkan stamina saat digunakan. Pertanyaan yang muncul adalah "apakah benar sabu-sabu memiliki efek meningkatkan stamina orang yang mengonsumsinya?" Tulisan ini akan membahas jawaban atas pertanyaan t…

Antiulkus sebagai Abortifacient?

Jika kita membaca berita-berita di media tentang penyalahgunaan obat, maka akan banyak kita temukan berita yang mencengangkan. Salah satu yang cukup mengagetkan adalah penyalahgunaan misoprostol sebagai obat antiulkus/tukak lambung untuk melakukan aborsi/menggugurkan kandungan (abortifacient).
Lho...kok bisa ya?
Jawabnya memang bisa. Tulisan ini akan menguraikan mekanisme misoprostol, sehingga obat ini sering disalahgunakan sebagai abortifacient.
Obat antiulkus terdiri atas beberapa golongan yang dikategorisasikan berdasarkan mekanisme kerjanya. Sebagian besar antiulkus bekerja menurunkan produksi asam lambung yang memang merupakan determinan utama dalam insiden tukak lambung. Obat-obat seperti omeprazole (golongan penghambat pompa proton) dan simetidin (golongan penghambat reseptor histamin H2). Selain itu, diketahui pula obat antiulkus seperti sukralfat yang bekerja melapisi dinding lambung, sehingga mampu bertahan dari serangan asam lambung yang meningkat.
Nah, misoprostol merupakan…

Carisoprodol itu Bukan Cendol

Beberapa waktu yang lalu, PCC naik daun. Obat dengan kombinasi 3 zat aktif ini menghebohkan seisi Nusantara. Lima puluhan remaja di Kendari terkapar tak berdaya di ranjang rumah sakit. Dua orang meragang nyawa akibat PCC. Beragam isu pun mengiringi kejadian ini.

Saya tidak akan membahas lebih jauh tentang isu-isu yang muncul seiring dengan booming-nya berita tentang PCC. Tulisan ini hanya akan fokus menjawab pertanyaan "Mengapa PCC menakutkan? Mengapa PCC bisa membunuh?"

PCC adalah kepanjangan dari Paracetamol, Caffeine dan Carisoprodol. Dulu, ke-3 kombinasi zat aktif ini dengan mudah ditemui di beberapa obat yang beredar di pasaran, misalnya Somadril dan Carnophen. Namun, sejak tahun 2013, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) resmi menarik obat yang mengandung carisoprodol. Tindakan ini dilakukan setelah melakukan evaluasi dan menyimpulkan bahwa carisoprodol ternyata sering disalahgunakan oleh masyarakat. Terbaru, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 …

Miras Oplosan: Pembunuh kok Dicari?

Lagi, nyawa melayang akibat minuman keras (miras) oplosan. Berulang kali terjadi, tetapi sepertinya pesona miras oplosan tidak pudar, utamanya di mata para remaja pencari identitas diri. Terbaru, belasan orang meregang nyawa setelah menenggak miras yang diracik dengan tambahan bahan-bahan misterius tersebut. 
Di bagian awal tulisan ini, saya lampirkan terlebih dahulu screenshoot berita dari Detik.com yang memberitakan tentang komposisi miras oplosan maut itu. Dalam berita tersebut, peracik miras oplosan tersebut mengaku mengoplos alkohol 96% dengan zat-zat tambahan seperti minuman berenergi, coca, dan ginseng. Tulisan ini akan mengkaji mekanisme miras oplosan berdasarkan komposisinya sehingga dapat memunculkan efek fatal bagi yang mengonsumsinya.
***
Sebelum beranjak lebih jauh, kita perlu mengetahui dan membedakan obat-obat yang disebut sebagai stimulant dan depresan. Secara umum, terdapat perbedaan jelas antara ke-2 jenis obat ini. Stimulan merujuk pada obat-obatan yang dapat mening…

Pilkada DKI Telah Usai

Anies Baswedan
Melangkah ke medan
Walau peluh membasahi badan
Tak peduli sedu-sedan
Karena hasil kerja telah sepadan
Sandiaga Uno
Elektabilitas anjlok saat zaman masih kuno
Pelan tapi pasti bergerak bak pesumo
Strategi telah mengubah laju bemo menjadi limo
Pada akhirnya, dirimu menjadi "numero uno"
Basuki Tjahaja Purnama
Telah berjuang untuk posisi yang sama
Namun, suaramu tak bergema
Ambillah hikmah dari kejadian yang lama
Mari bangun Jakarta rumah kita bersama
Djarot Saiful Hidayat
Walau hati mungkin telah tersayat
Karena sedikit dipilih rakyat
Teruslah semangat sampai akhir hayat
Menghasilkan gagasan bernas nan bermanfaat
Pilkada DKI telah usai
Namun, bagi pemenang, ini baru saja dimulai
Jangan lupa janji yang telah membuai
Jagalah kata dan hati agar sesuai
Pun bergeraklah dengan membelai
Pilkada DKI telah berujung
Persaudaraan yang retak marilah sambung
Hindari konflik yang akan menggulung
Yang akan membuat kita terhuyung
Agar nama Indonesia makin bergaung
Pilkada DKI t…