COVID-19: Hopes...!

  1. Badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) per tanggal 4 April 2020 menurunkan laporan tentang perkembangan riset dan uji kandidat vaksin untuk COVID-19. Dalam laporan tersebut, ada 2 kandidat vaksin yang telah melaksanakan uji klinik fase 1 (tentang fase-fase uji klinik, silakan rujuk ke tulisan saya sebelumnya di sini). Kedua kandidat vaksin tersebut dikembangkan oleh CanSino Biological Inc./Beijing Institute of Biotechnology dan Moderna/National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) dan masing-masing dilaksanakan di China dan Amerika Serikat.

    Sebenarnya, ada 1 kandidat vaksin lainnya dari Universitas Oxford yang tengah bersiap memulai uji klinik fase satu, tetapi belum melakukan perekrutan sukarelawan. Semoga dalam waktu dekat, proses perekrutan ini dapat segera dimulai. Laporan tersebut juga menurunkan daftar 59 kandidat vaksin lainnya yang sedang melaksanakan uji preklinik pada hewan.

  2. REMDESIVIR, sebuah obat antivirus baru, sedang menjalani pengujian uji klinik fase III. Jika fase ini telah dilalui dan menunjukkan hasil yang menggembirakan, maka obat ini bisa langsung disetujui untuk dipasarkan. Uji ini akan melibatkan sekitar 1.000 pasien COVID-19 yang akan diberikan remdesivir selama 5 - 10 hari. Menurut protokolnya, pada hari pertama, pasien akan diberikan 200 mg remdesivir secara intravena lalu diikuti 100 mg untuk hari selanjutnya. Obat yang dikembangkan oleh Gilead Sciences Inc. ini merupakan analog nukleotida yang awalnya digunakan untuk terapi pada kasus Ebola, tetapi belakangan dilaporkan memiliki aktivitas antivirus broad-spectrum.

  3. Salah satu obat antibodi monoclonal, TOCILIZUMAB, juga telah mendapat persetujuan dari Food and Drug Administration (FDA) untuk memulai uji klinik fase III. Obat ini merupakan antagonis interleukin-6 yang merupakan salah satu sitokin pro-inflammatory utama dan dikembangkan oleh Roche di bawah nama paten Actemra. Penggunaan obat ini diharapkan dapat menekan hiperinflamasi yang dipicu oleh badai sitokin pada pasien COVID-19. Salah satu penelitian menyimpulkan bahwa obat ini memiliki potensi besar untuk menjadi kandidat anti SARS-CoV-2.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cytokine Storms: Bukan Sembarang Badai

Kapan Obat COVID-19 akan Tersedia?

Rokok Vs COVID-19