Jalan Raya itu Mengerikan...!

Hari ini, sekitar 08.45 Wita, sesuai rutinitas, saya berangkat kerja. Perjalanan dari rumah di daerah Sudiang ke Universitas Hasanuddin memakan waktu sekitar 20-30 menit menggunakan motor. Lalu-lintas hari ini relatif lancar. Mungkin karena cuaca hari ini yang juga cerah. Tidak tampak awan mendung di langit sana. Motor butut kesayangan melaju perlahan pada kecepatan di bawah 40 km/jam.

Tiba di depan jalan masuk Sekolah Tinggi Farmasi (STIFA) Makassar, laju motor saya perlambat. Di depan ada kerumunan di pinggir jalan merangsek ke tengah jalan. Kemacetan tidak terelakkan. Ada apa gerangan? Pendengaran saya pertajam untuk mencuri dengar kejadian yang sebenarnya terjadi. Salah seorang pengendara motor di depan saya bertanya kepada salah seorang warga, "Ada apaki', Pak?". Warga yang ditanya sontak menjawab pendek, "Ibu-ibu kecelakaan. Meninggal!". Terdengar kata samar-samar dari seorang warga lain yang menyebutkan kata "ugal-ugalan".

Ya Allah.

--------------------

Jalan raya.

Jika kita semua membicarakan tentang bahaya penyakit-penyakit tertentu yang menjadi penyebab banyak kasus kematian, misalnya kanker, serangan jantung, TB, infeksi, dan lain-lain, maka sebenarnya kita sedang luput melihat KECELAKAAN JALAN RAYA sebagai penyebab terbanyak kasus kematian per tahun. Itu info yang pernah saya melalui sebuah artikel.

Harus diakui, budaya berkendaraan di negara ini masih jauh dari kata "BAIK". Yang ada justru amburadul. Tidak ada kenyamanan berkendara yang didapatkan. Terlalu banyak contoh miris untuk membuktikan kebuasan dan keganasan para pengendara di jalan raya. Merujuk pada kejadian di atas, sudah bukan rahasia lagi bahwa kecelakaan lalu-lintas di jalan raya acap merenggut korban jiwa. Hampir setiap hari kita mendapatkan berita tentang ini. 

Yang menjadi permasalahan saat kita berkendara di jalan raya adalah niat baik kita kadang tidak diikuti oleh niat baik orang lain. Singkatnya, walaupun saya telah berhati-hati berkendara, tetapi jika pengendara lain justru ugal-ugalan, maka saya tetap bisa mengalami kecelakaan. Walaupun orang lain sudah berhati-hati, tetapi jika saya bertindak ugal-ugalan, maka kecelakaan pun tetap bisa saja terjadi. 

Di jalan raya, mungkin tidak berlaku rumus "biar lambat asal selamat". Faktanya, walaupun kita sudah pelan-pelan, bahkan sampai telat masuk kerja, tetapi jika ada pengendara lain yang justru tidak hati-hati, maka kita tetap berpeluang kena "angin-anginnya". Jika seandainya kecelakaan itu hanya kena mereka yang suka ugal-ugalan, maka itu mungkin harapan kita. Tapi, sekali lagi, kenyataan tidak menunjukkan seperti itu. 

Jika kita sudah berada di jalan raya, sadarilah bahwa kapan saja dimana saja kecelakaan selalu mengintai kita. Jadi, selamat berkendara dengan hati-hati. Tetap waspada dan fokus. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cytokine Storms: Bukan Sembarang Badai

Kapan Obat COVID-19 akan Tersedia?

Rokok Vs COVID-19