Quaranta Giorni

Adalah Yersinia pestis yang menjadi penyebab serangan pandemi terbesar dalam sejarah umat manusia: Black Death. Dari namanya, sudah bisa ditebak betapa mematikannya pandemi ini. Apalagi saat itu kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi belum semaju sekarang ini. Tak tanggung-tanggung, puluhan juta orang meninggal dunia. Sebagian besar korban berada di Asia dan Eropa. 

Yersinia pestis adalah bakteri gram negatif berbentuk batang dan bersifat fakultatif anaerob. Wabah mematikan ini ditengarai berasal dari daerah Asia Timur dan Asia Tengah sekitar tahun 1340-an yang kemudian menyebar ke benua Eropa. Bakteri ini menggunakan kutu tikus sebagai reservoir-nya.

Setelah menyerang populasi di Asia, pandemi ini pun bergerak ke Eropa. Salah satu negara pertama yang menjadi pintu masuk pandemi ini adalah Italia. Jalur penyebaran utamanya adalah kapal-kapal yang berlayar dari daerah yang telah terjangkit wabah menuju Italia. Di atas kapal-kapal tersebut banyak berkeliaran tikus-tikus yang membawa Yersinia pestis.

Begitu kapal-kapal bersandar di pelabuhan, maka turun pula tikus-tikus itu ke daratan. Merekapun melakukan "ekspansi"-nya. Jutaan orang meninggal dunia akibat infeksi yang memiliki 3 gejala utama ini: pneumonia, septicemia, dan bubonic.

Melihat kejadian memilukan ini, pemerintah setempat membuat keputusan agar seluruh kapal-kapal yang berasal dari area terjangkit harus berlabuh di tengah laut selama 40 hari lamanya sebelum mendekati pelabuhan. Jika selama 40 hari tersebut tidak ada kasus Black Death yang terjadi, maka kapal dipersilakan bersandar di pelabuhan.

Dalam bahasa Italia, 40 hari berarti QUARANTA GIORNI. Sebagian mengatakan quarantena. Diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi QUARANTINE. Diserap ke dalam bahasa Indonesia, jadilah dia kata yang tidak asing kita dengar, apalagi saat sekarang ini: KARANTINA.

Setelah diserap, kata ini mengalami generalisasi makna. Setiap upaya untuk memisahkan sesuatu (barang, tanaman, hewan maupun manusia) dari populasinya karena alasan tertentu didefinisikan sebagai karantina walaupun lamanya tidak sampai 40 hari. 

Salam
Manchester, 27 Maret 2020

SM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cytokine Storms: Bukan Sembarang Badai

Kapan Obat COVID-19 akan Tersedia?

Rokok Vs COVID-19