ASA YANG TERCAPAI

Seakan baru tersadar, ternyata segala apa yang saya raih dalam hidup ini sangat selaras dengan apa yang saya impikan. Yah...ternyata itu benar adanya. Harapan, cita, dan keinginan yang pernah saya impi-impikan ternyata terealisasi. Alhamdulillah. Tidak ada Tuhan selain ALLAH. 

Setiap kita pasti punya harapan dan keinginan. Tentunya, harapan tersebut ingin kita capai, tidak hanya ingin kita simpan kan? Nah, di sini, izinkan saya untuk sekilas menceritakan segala harapan-harapan itu yang pada akhirnya telah saya capai. Semoga ada pelajaran yang bisa diambil. Semua pencapaian itu tentunya atas pertolongan ALLAH SWT.
  • Keinginan untuk melanjutkan SMA di Palu. Masih segar dalam ingatan saya tatkala pada tahun 2000, dimana saya akan menyelesaikan studi saya di SLTP Negeri 1 Lamala, saya dihadapkan pada 2 pilihan. Apakah melanjutkan studi di SMAN I Lamala atau merantau ke Palu. Akhirnya, saya pun memilih untuk mengambil pilihan ke-2 yaitu melanjutkan studi di Palu. Setiap malam, saya selalu mengerjakan sholat dan di akhir sholat saya selalu berdoa agar diberikan jalan ke arah itu. Alhamdulillah... saya berhasil mencapai cita-cita saya itu. Tepatnya pada bulan Juli tahun 2000, saya akhirnya bisa menjadi salah satu siswa yang terdaftar di SMAN I Kodya Palu. 
  • Keinginan untuk berkuliah di Universitas Hasanuddin (Unhas). Sebelum menyelesaikan studi di kota Palu, beberapa bulan sebelumnya saya sudah mulai ancang-ancang untuk melanjutkan studi perguruan tinggi di Makassar, tepatnya di Unhas. Untuk membuka jalan ke situ, saya mengikuti tawaran bebas tes. Saat itu, dari pihak Unhas mengundang SMAN I Palu untuk mengirimkan siswa-siswanya mengikuti seleksi bebas tes. Saya menguatkan niat untuk mengambil tawaran seleksi ini. Tidak hanya itu, saya memilih Pendidikan Dokter sebagai pilihan saya jika nanti lulus di seleksi bebas tes itu. Namun, ALLAH menakdirkan saya untuk tidak lulus dalam tes ini. Saya tidak patah semangat. Masih ada ujian masuk nasional masuk perguruan tinggi. Masih ada kesempatan. Saya pun memanfaatkan kesempatan itu untuk belajar dan berdoa. Di setiap sujud terakhir dalam sholat saya, doa untuk melanjutkan studi ke Unhas terus saya panjatkan tanpa putus. Dan sampailah pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Saat itu, saya melakukan ujian di Universitas Tadulako, tetapi pilihannya saya 'tembak' ke Unhas. Pilihan pertama saya adalah Pendidikan Dokter Unhas, pilihan ke-2 adalah Farmasi Unhas, dan pilihan ke-3 adalah Hukum Untad. Alhamdulillah. Saat pengumuman dirilis, nama saya lulus di pilihan ke-2. Itu berarti saya lulus di farmasi dan itu berarti doa saya dikabulkan. Saya akhirnya ke Makassar. Oh ya, satu pelajaran lain yang saya ambil adalah tentang pilihan Kedokteran. Sepertinya ALLAH tidak mengizinkan saya berada di FK. Dari 2 kali upaya yang saya coba, tidak ada yang lulus. Itu berarti ALLAH tahu bahwa Kedokteran tidak cocok untuk saya dan farmasilah yang akan menjadi pilihan yang tepat untuk saya. Jujur, saya tidak berkecil hati dengan keputusan ALLAH ini karena ternyata dengan saya berada di farmasi, maka saya bisa menjadi dosen. Mungkin saya tidak akan menjadi dosen jika saya lulus di kedokteran saat itu. Bagi saya, yang penting saya ke Makassar.
  • Keinginan untuk menjadi seorang dosen di farmasi Unhas. Terkait dengan hal ini, jauh-jauh hari sebelum saya menyelesaikan kuliah saya, saya sudah berdoa semampu saya agar keinginan untuk menjadi dosen itu terealisasi. Sekitar 2 tahun sebelum saya selesai kuliah, saya sudah memanjatkan doa kepada ALLAH agar cita-cita saya ini diijabahi. Setiap sujud terakhir dalam sholat saya, selalu saja saya tidak lupa menyampaikan keinginan ini kepada ALLAH. Setelah berdoa, saya tentunya berusaha. Belajar, menjaga hubungan baik dengan dosen, membina interaksi dengan para teman mahasiswa, dan tidak lupa terus minta didoakan oleh orang tua. Hari berganti. Waktu terus berjalan. Akhirnya, tepat pada bulan Oktober 2009, nama saya tercantum sebagai salah satu peserta tes yang dinyatakan lulus menjadi dosen. Satu lagi keinginan saya tercapai. Sekali lagi, semua itu atas izin ALLAH.
  • Keinginan mendapat beasiswa ke Amerika Serikat. Sebagaimana dosen lainnya, saya pun ingin melanjutkan studi saya, utamanya ke luar negeri. Seperti biasa, saya pun meminta kepada ALLAH dalam setiap momen sholat saya. Terus berdoa. Ya ALLAH, saya ingin sekali ke Amerika untuk kuliah. Mungkin doa seperti itu yang terus saya utarakan. Tidak hanya berdoa, usaha untuk terus memantaskan diri pun saya lakukan. Memperbaiki bahas Inggris, bersedekah dan terus belajar. Sampai akhirnya, 3 tahun sejak saya terangkat menjadi dosen, kabar itu datang. Tepat pada tanggal 14 Agustus 2012, saya akhirnya untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di negerinya Barack Obama. Keinginan saya kembali tercapai. Alhamdulillah. Segala puji hanya bagi Engkau, Ya ALLAH.
Teman-teman, sebelumnya saya mohon maaf jika tidak nyaman dengan tulisan saya. Mungkin ada di antara pembaca yang menganggap saya sombong karena menuliskan hal ini. Jika itu yang ada di pikiran pembaca, saya sekali mohon maaf. Namun, sejujurnya...saya menuliskan pengalaman saya ini dengan maksud berbagi. Tidak ada maksud lain. Semoga saja ada pelajaran yang bisa diambil dari tulisan saya ini. 

Setelah saya merenung, maka ada beberapa hal yang semakin menguatkan saya untuk berani meminta kepada ALLAH agar segala harapan saya dikabulkan oleh-Nya.
  1. Terus berdoa. ALLAH sudah mengatakan bahwa berdoalah, maka niscaya Aku akan mengabulkannya. Lantas, mengapa kita tidak mau berdoa? Sesungguhnya orang-orang yang tidak mau berdoa itu adalah orang yang sombong, yang merasa cukup dan tidak butuh ALLAH. Jangan berlaku seperti itu. Berdoalah, kawan. Terus saja berdoa. Jangan terputus-putus. Dalam setiap kesempatan, mintalah kepada ALLAH. Mengapa kita harus berdoa tanpa terputus? Karena kita tidak pernah tahu, di doa mana tepatnya harapan itu terkabul. 
  2. Tanamkan harapan itu dalam-dalam. Ada orang berkata, apa yang kau pikirkan, itu yang kau dapatkan. Sedikit banyak, pernyataan ini benar adanya. Jika kita berpikir tidak bisa, maka yakinlah bahwa pasti tidak bisa. Jika kita berpikir pasti bisa, maka atas izin ALLAH pasti bisa. Begitu juga saat saya membayangkan menjadi seorang dosen. Alhamdulillah...atas izin ALLAH saya bisa meraihnya. Intinya, tanamkan keyakinan diri.
  3. Banyak bersedekah. Kata Ustadz Yusuf Mansur, sedekah itu bisa membuat doa-doa kita mudah dikabulkan ALLAH. Dengan sedekah, masalah-masalah kita pun akan terselesaikan dengan cara-cara ALLAH. Tentunya, saya tidak merasa pantas untuk membahas tentang sedekah karena ilmu saya sangat sedikit. Jika ada waktu, coba buka-buka Youtube atau televisi untuk menyaksikan kajian-kajian yang dilakukan oleh Ustadz YM.
  4. Doa orang tua. Saya masih ingat saat ingin melakukan tes beasiswa dimana salah satu tesnya adalah tes wawancara dan bahasa Inggris. Dalam kesempatan itu. saya menelepon orang tua saya untuk minta didoakan semoga ujiannya lancar dan hasilnya memuaskan. Dan ternyata, hasilnya positif saya lulus beasiswa ini. Doa orang tua sangatlah manjur. Jangan pernah menyia-nyiakan hal itu. Banyak kasus dimana usaha kita gagal karena ternyata orang tua kita tidak ridha atas apa yang kita usahakan tersebut.
Sekali lagi, tulisan ini saya buat bukan untuk pamer. Sekali-kali tidak. Tapi, saya hanya ingin berbagi. Bukankah tugas sesama muslim itu adalah saling mengingatkan? Mungkin untuk kali ini cukup sekian dulu. Insyaa ALLAH di lain kesempatan saya akan sambung dengan tulisan selanjutnya yang tidak jauh-jauh dari pengalaman hidup saya. Semoga berkenan untuk membacanya.

Wassalamu'alaykum Wr. Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cytokine Storms: Bukan Sembarang Badai

Kapan Obat COVID-19 akan Tersedia?

Rokok Vs COVID-19