Harpitnas dan Kesan Liburnya

Hari Terjepit Nasional (Harpitnas; jangan cari di Google sejarahnya ya), merujuk pada 1 hari kerja yang diapit oleh 2 libur. Misalnya, hari kerjanya Senin, liburnya Ahad dan Selasa. Atau liburnya Rabu lalu liburnya Selasa dan Kamis. Pokoknya itumi definisinya Harpitnas. :) Karena statusnya tersebut, maka Harpitnas membawa kegalauan tersendiri bagi para pekerja kantoran yang memiliki waktu kerja Senin - Jum'at/Sabtu (08.00 - 16.00 Wita). Kerjanya nanggung. Begitu katanya. Sehari kerja, eh besok libur lagi. Nggak afdhol. 

Saya yakin, jika para pekerja kantoran tersebut, termasuk mahasiswa dan dosennya, mengetahui ada Harpitnas, maka yang muncul pertama kali di benaknya adalah pertanyaan, "Liburji? Nda' libur? 'Nggak libur ya? dll." Betul tidak?? Ekspresi ini secara nyata terlihat. Coba maki' lihat atau praktikkan, sodara-sodari.

Nggak tahu kenapa, tetapi inilah yang terjadi. Setiap mendapati Harpitnas, kita selalu saja bertanya apakah libur atau tidak. Hasilnya, rame-rame orang cari info untuk mengetahui status Harpitnas yang ada sambil berharap Harpitnas seharusnya libur. Hehe

Apakah karena di sini, di negeri ini, begitu mahal harga sebuah hari libur?

Apakah libur di sini, di negeri ini, masih kurang jumlahnya?

Berita terbaru, Harpitnas 27 Maret 2017 yang jatuh pada hari Senin (diapit oleh hari libur Ahad dan Selasa) ternyata tidak ada libur. Padahal sedari awal harapan agar 27 Maret 2017 itu dijadikan libur sudah sangat membuncah. Namun, apa yang mau dikata. Warga negara hanya berharap, pemerintah yang menentukan. Dan pemerintah telah menentukan, there will be no holiday on Monday, March 27, 2017

Saya pribadi kecewa. Dikau juga kecewa kan? Mereka juga kecewa kan? Banyak pasti yang kecewa. Hahahaha. 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cytokine Storms: Bukan Sembarang Badai

Kapan Obat COVID-19 akan Tersedia?

Rokok Vs COVID-19