Garam Beryodium? Mengapa Bukan Gula Beryodium atau Terigu Beryodium?

Kita pasti sudah sangat familiar dengan istilah "garam beryodium". Istilah ini bermakna bahwa garam tersebut telah difortifikasi dengan yodium. Namun, jika kita kritis, maka istilah ini akan menimbulkan pertanyaan, "Mengapa harus garam beryodium, sih? Mengapa bukan gula beryodium atau terigu beryodium?" Konsumsi garam beryodium telah diketahui berperan penting dalam pencegahan pembesaran kelenjar tiroid yang lebih dikenal dengan istilah gondok.

Tulisan ini tidak akan membahas hubungan antara yodium dan gondok. Tidak pula akan menjelaskan mekanisme patofisiologi dari kejadian gondok. Tulisan ini hanya akan berfokus pada penjelasan sesuai judul di atas. "Mengapa harus garam beryodium?". "Apakah bahan lain bisa diberi nama .........beryodium?"

***

Berbicara tentang gondok, pasti akan dikaitkan dengan kejadian patologis dengan istilah "hipotiroidisme". Walaupun pembesaran kelenjar tiroid dapat pula terjadi pada kasus hipertiroidisme, tetapi kejadian goiter (istilah lain untuk gondok) memang sangat berasosiasi kuat dengan hipotiroidisme. Sesuai namanya, hipotiroid, penyakit ini ditandai dengan kondisi kekurangan hormon tiroid. Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar tiroid.

Nah, salah satu bahan baku pembentukan hormon tiroid adalah yodium. Zat ini akan bergabung dengan tiroglobulin di dalam sel kelenjar tiroid. Jika tiroglobulin tersedia intraseluler, maka tidak demikian dengan yodium yang harus disuplai dari luar. 

Untuk bisa masuk ke dalam sel, maka yodium butuh kendaraan yang disebut "transporter". Transporter yang dimaksud adalah Na+/I- symport. Symport ini bermakna bahwa jika I- ingin masuk ke dalam sel, maka harus "ditemani" oleh Na+. Jika begitu, tanpa ketersediaan Na+ yang memadai, maka pergerakan masuk (influx) I- tidak akan optimal.

Oleh karena itu, saat mengonsumsi yodium, kita mesti menjamin ketersediaan sumber natrium di dalam tubuh. Pada titik inilah, muncullah "garam beryodium". Dengan mengonsumsi garam beryodium, maka kebutuhan yodium akan terpenuhi sekaligus sumber natrium pun terpenuhi. Ingat! garam memiliki rumus kimia NaCl.

Dengan penjelasan ini, maka istilah garam beryodium memang tidak bisa digantikan dengan "gula beryodium" atau "terigu beryodium".

Salam yodium.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Haha, Hihi, Huhu, Hehe, Hoho

Antiulkus sebagai Abortifacient?