Sabu untuk Menambah Stamina?

Seorang artis FTV, Agung Saga, ditangkap pihak kepolisian akibat kedapatan memiliki sabu-sabu. Kejadian yang terjadi tanggal 9 April 2019 ini seakan menjadi ulangan dari kasus penyalahgunaan narkoba oleh para artis tanah air. Silakan di-googling saja sendiri berita-berita sejenis tersebut.

Saat ditanya, Agung Saga mengatakan bahwa sabu-sabu tersebut digunakan untuk menambah stamina. Menurutnya, pekerjaan sebagai seorang artis membutuhkan tenaga yang besar. Karenanya, berbagai upaya dilakukan demi mengejar job sebagai seorang artis. Sayangnya, tidak jarang upaya yang dilakukan menabrak norma-norma yang ada, termasuk menggunakan narkoba.

Kita tidak akan bahas tentang aspek sosial dari kasus di atas. Saya justru tertarik membahas pernyataan Agung Saga tentang sabu yang dapat meningkatkan stamina saat digunakan. Pertanyaan yang muncul adalah "apakah benar sabu-sabu memiliki efek meningkatkan stamina orang yang mengonsumsinya?" Tulisan ini akan membahas jawaban atas pertanyaan tersebut.

Sabu-sabu sering disamakan dengan amfetamin atau metamfetamin. Walaupun tidak murni, sabu-sabu memang mengandung salah satu dari ke-2 zat terlarang ini. Di dalam sabu, selain amfetamin, banyak juga tambahan lainnya yang sengaja ditambahkan untuk memberikan efek yang lebih besar. Perihal zat tambahan itu, tentu saja hanya diketahui oleh yang mengoplosnya. Persis dengan kasus miras oplosan yang mana bahan oplosannya hanya diketahui persis oleh orang yang mengoplosnya.

Namun, zat aktif utama sabu memang amfetamin atau metamfetamin. Karena itu, pertanyaannya kita persempit menjadi "apakah metamfetamin atau amfetamin memiliki efek untuk meningkatkan stamina orang yang menggunakannya?"

Secara singkat, jawabanya YA. Kedua zat ini memang memiliki sifat sebagai stimulan yang diketahui dapat memicu produksi energi, sehingga berimbas pada peningkatan stamina. Terkait stimulan, baca tulisan saya sebelumnya di sini.

Mengapa efek ini bisa terjadi?

Amfetamin adalah senyawa simpatomimetik yang bekerja secara tidak langsung (indirect effect). Simpatomimetik adalah zat, substansi, atau obat yang bekerja mengaktivasi kerja sistem saraf simpatis baik melalui aktivasi langsung (direct) maupun tidak langsung (indirect). Aktivasi langsung bermakna bahwa obat tersebut langsung berikatan dengan reseptor simpatis, baik alfa maupun beta. Adapun aktivasi tidak langsung berarti bahwa obat tersebut bekerja untuk meningkatkan kadar neurotransmitter simpatis (norepinefrin dan epinefrin) di celah sinapsis. Neurotransmitter inilah nanti yang berikatan dengan reseptor simpatis. Bukan obatnya secara langsung.

Sebagaimana disampaikan di atas, amfetamin adalah simpatomimetik yang bekerja secara tidak langsung. Hal ini berarti bahwa amfetamin akan memicu peningkatan kadar norepinefrin di celah sinapsis. Kondisi ini akan memperbesar peluang terjadinya ikatan antara norepinefrin dengan reseptor yang pada gilirannya akan meningkatkan efek sistem saraf simpatis. Peningkatan efek simpatis inilah yang dikaitkan dengan peningkatan stamina. 

Berbeda dengan sistem saraf parasimpatis yang memiliki efek depresan, sistem saraf simpatis justru memiliki efek stimulan. Saat simpatis terpicu, sistem-sistem dalam tubuh kita akan bekerja untuk meningkatkan produksi energi, misalnya melalui efek pemacuan kerja jantung.

Lantas, bagaimana mekanisme amfetamin dalam meningkatkan kadar norepinefrin di celah sinapsis?

Secara umum, terdapat 3 mekanisme untuk mencapai hal tersebut.
  1. Menstimulasi pelepasan norepinefrin dari tempat penyimpanannya
  2. Menghambat ambilan kembali norepinefrin dari celah sinapsis
  3. Menghambat inaktivasi norepinefrin
Dari ketiga mekanisme di atas, amfetamin bekerja menstimulasi rilis norepinefrin maupun epinefrin dari tempat penyimpanannya di ujung saraf. Kerja inilah yang bertanggung jawab terhadap tingginya kadar neurotransmitter norepinefrin dan epinefrin di celah sinapsis. Pada akhirnya, sistem saraf simpatis akan teraktivasi dan menstimulasi pembentukan energi. 

***

Jawaban yang diberikan Agung Saga di atas memang benar. Konsumsi sabu memang dapat meningkatkan stamina. Namun, sabu adalah narkotika berbahaya. Efek merugikannya jauh..jauh..jauh..lebih banyak dibandingkan desired effects.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cytokine Storms: Bukan Sembarang Badai

Kapan Obat COVID-19 akan Tersedia?

Rokok Vs COVID-19