Bawang Merah

Rasanya nggak enak kalo pengen masak tanpa rempah yang satu ini. Tanpa dia, rasanya ada yang kurang dari masakan yang kita buat. Tanpa dia, selera makan kurang tergugah karena rasa tak pas di lidah.




[caption id="attachment_74" align="aligncenter" width="300"]Tak ada dia, tak seru :) (www.produknaturalnusantara.com) Tak ada dia, tak seru :) (www.produknaturalnusantara.com)[/caption]

Bawang merah merupakan salah satu rempah yang memang sangat dicari bagi para pecinta kuliner. Kenaikan harga bawang merah di pasaran dapat dipastikan bisa memicu gelombang protes di kalangan masyarakat. Memang, kita sudah begitu jatuh hati terhadap rempah yang satu ini.


Nah, jika kita ingin mengonsumsi bawang merah, maka salah satu prosedur tetap yang harus dilakukan adalah mengirisnya. Namun, proses inilah yang seringkali menjadi tantangan tersendiri karena kita harus melawan derasnya air mata yang harus berjatuhan saat mengiris si bawang. Tangisan itu diperparah lagi dengan semakin encernya cairan ingus. Hehe. Walaupun sekarang ada alat yang membantu agar kita tidak perlu lagi mengiris manual, namun sensasi menangis itulah yang menjadi sangat menarik untuk dibahas.


Saya sendiri suka nggak tahan terhadap sifat ‘iritasi’ mata dari bawang merah. Walaupun saya adalah pria pengguna kaca mata, namun tetap saja saya harus melewati ritual menangis itu. Sungguh memberatkan.




[caption id="attachment_75" align="aligncenter" width="288"]Siap-siaplah menangis dengan "sentuhan" rempah yang satu ini. (www.masakan-padang.com) Siap-siaplah menangis dengan "sentuhan" rempah yang satu ini. (www.masakan-padang.com)[/caption]

Akan tetapi, pada saat dimakan, bawang merah tidak menampakkan wujudnya yang asli. Sewaktu kecil, saya beranggapan bahwa jika dimakan pasti bawang merah akan lebih parah efeknya. Belum dimakan udah mengeluarkan air mata, apalagi kalo dimakan. Mungkin mulut saya akan teriritasi pula. Kira-kira begitu yang saya pahami dahulu.


Namun, ternyata anggapan saya tersebut tidak benar. Walaupun membuat mata menangis, tapi bawang merah tidak menimbulkan apa-apa pada saat dimakan. Bahkan, menyehatkan. Makanan kita pun semakin nikmat.


Apa pelajaran yang bisa diambil?


Pelajarn utamanya adalah jangan melihat sesuatu dari luarnya saja. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Mungkin sikap seseorang membuat kita “menangis”, namun itu tidak bisa menjadi patokan utama dalam menjudge karakter keseluruhan orang tersebut. Mungkin pada saat kita mengenal lebih jauh, ternyata dia adalah orang yang baik dan justru akan “menikmatkan” kehidupan kita.


Salam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cytokine Storms: Bukan Sembarang Badai

Kapan Obat COVID-19 akan Tersedia?

Rokok Vs COVID-19