Helm

Benda yang satu ini termasuk benda yang seringkali memicu perdebatan di jalan raya antara pengendara sepeda motor yang bandel dan polisi lalu-lintas, utamanya di Indonesia. Bagi pengendara yang tidak mengenakan helm, maka siap-siaplah dikejar oleh pak polisi. Tentu saja, pak polisi itu tidak salah karena dia hanya mengerjakan tugas yang memang telah jelas termaktub dalam peraturan yang ada. Namun, sebagai pengendara, utamanya anak muda, kadangkala mengenakan helm seakan mengurangi kemachoannya. Mengenakan helm sama saja membuat harga diri sang pengendara turun. Saya sendiri termasuk golongan orang-orang itu. Hehe.




[caption id="attachment_65" align="aligncenter" width="300"]Salah satu contoh helm yang sering dikenakan pembalap (www.berbagiusaha.com) Salah satu contoh helm yang sering dikenakan pembalap (www.berbagiusaha.com)[/caption]

Sampai akhirnya saya mengalami dua kejadian yang menyadarkan saya akan pentingnya mengenakan helm. Saat mengendarai motor, saya ditimpa oleh potongan kayu yang merupakan bagian dari poster dan baliho yang dipasang serampangan. Karena angin yang bertiup kencang, potongan kayu itu melayang dan mengenai kepala saya. Untung saja saya mengenakan helm saat itu, sehingga helm kesayangan saya harus pecah demi melindungi kepala tuannya. Sejak saat itu, saya berkomitmen untuk terus konsisten mengenakan helm saat mengendarai motor.


Saya sendiri mendukung peraturan yang mewajibkan pengendara sepeda motor harus menggunakan helm pelindung kepala. Tentu saja, helm yang dimaksud adalah helm standar yang benar-benar melindungi kepala sayang pengendara dari benturan, bukan helm untuk gagah-gagahan saja.


Namun, di AS, terutama di kota tempat saya belajar sekarang, Toledo, Ohio, pengendara sepeda motor tidak diwajibkan menggunakan helm saat berkendara. Entah kenapa, tetapi memang seperti itu faktanya. Namun, satu hal yang pasti, jumlah pengguna sepeda motor di kota ini memang terbilang sedikit. Hal ini dapat dimengerti karena waktu yang praktis tersedia untuk bisa mengendarai sepeda motor di sini hanya pada saat musim semi dan musim panas, sedangkan pada fall dan winter sangat tidak direkomendasikan berkendara dengan sepeda motor. Anda pasti tahu alasannya kan?


Mungkin karena jumlah pengendara yang sedikit inilah, maka peraturan ketat tentang penggunaan helm kurang jadi prioritas. Belum lagi jika didukung oleh angka kecelakaan motor yang bisa dibilang minim. Atas dasar inilah, peraturan terkait helm ini belum ditelurkan.


Namun, saya sendiri tidak mendukung kebijakan ini, jika memang hal inilah yang terjadi. Ada yang namanya antisipasi. Biar bagaimanapun, tindakan antisipasi yang bertujuan untuk pencegahan adalah lebih baik sebelum kecelakaan yang tidak diinginkan benar-benar terjadi. Saya pikir itulah yang terbaik. Mencegah lebih baik daripada mengobati.


Salam







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cytokine Storms: Bukan Sembarang Badai

Kapan Obat COVID-19 akan Tersedia?

Rokok Vs COVID-19