Logika Silogisme Korupsi Partai Demokrat : Ibas Tersangka Selanjutnya

Masih ingat iklan “Katakan Tidak Pada Korupsi” ala Demokrat? Pastinya dong…! Jika sudah lupa, bisa dilihat di sini.

Entah ini suatu kebetulan atau bukan, yang pasti, sudah 3 bintang iklannya yang berurusan dengan hukum. Dua masih dalam status tersangka dan seorang lagi sudah mendapatkan vonis 4.5 tahun penjara.

Pasca ditetapkannya Anas Urbaningrum sebagai tersangka oleh KPK (22/2/2013), praktis AU mengikuti jejak 2 bintang iklan lainnya yang sebelumnya sudah berurusan dengan KPK yakni Andi Mallarangeng dan Angelina Sondakh. Itu berarti bahwa tinggal beberapa orang lagi dari bintang iklannya yang masih belum kena “kutukan” dari iklan maut tersebut.

Lebih jauh, jika dikaitkan dengan “nyanyian” Nazaruddin, maka 3 orang pesakitan di atas ternyata memang sudah disebut-sebut dalam persidangan. Artinya, ada 2 variabel yang bisa diambil dalam hal mengaitkan keterlibatan para bintang iklan yang merangkap politikus itu.

Sederhananya, dalam logika matematika, kita mengenal istilah silogisme. Nah, jika logika ini dikaitkan dengan beberapa kader PD baik yang sudah divonis maupun baru dalam status tersangka, maka kita bisa membuat premis mayor dan premis minor dalam kasus ini untuk kemudian mengambil konklusi.

Sebagai contoh :

=>Semua yang disebut Nazar di persidangan dan bintang iklan partai pasti berurusan dengan KPK (Mayor)
=>Angelina, Andi, dan Anas sering disebut dalam persidangan dan juga bintang iklan. (Minor)
=>Angelina, Andi, dan Anas pasti berurusan dengan KPK (Konklusi)
——–
Jika memakai logika di atas, maka yang bakal berurusan selanjutnya adalah …

Te… de… de… deng…

Yup…benar. Edhie Baskoro Yudhoyono.

Kenapa? Karena nama Ibas disebut dalam persidangan dan juga berlaku sebagai bintang iklan “Katakan Tidak Pada Korupsi”.

Trus bagaimana dengan SBY? SBY hanya memenuhi 1 variabel saja yaitu hanya muncul di iklan, tapi sejauh ini namanya belum disebut dalam persidangan Nazaruddin. So, SBY masih aman.

Hehe. Just for fun.

Salam silogisme.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cytokine Storms: Bukan Sembarang Badai

Kapan Obat COVID-19 akan Tersedia?

Rokok Vs COVID-19