Rindu Gigitan Nyamuk

Negara tropis tentu saja berbeda dengan negara yang terletak di kawasan subtropis. Perbedaan paling mendasar pastilah terkait dengan iklim yang berasosiasi pula dengan cuaca.


Di negara tropis, hampir sepanjang tahun, suhu udara lebih hangat karena terletak di jalur garis khatulistiwa.Walaupun musim penghujan, namun suhu udara tetaplah hangat. Tidak perlu mengenakan jaket tebal untuk melawan rasa dingin yang menyerang.


Untuk negara-negara subtropis, menurut pengalaman saya, suhu hangat hanya ditemukan selama kurang lebih 3 bulan yakni pada saat musim panas (summer) tiba. Sembilan bulan lainnya, mulai dari musim gugur (fall), musim dingin (winter) dan musim semi (spring), suhu udara cukup dingin, terutama pada saat winter tiba. Hal inilah yang menjadi salah satu tantangan pada saat orang seperti saya, yang notabene lahir dan besar di daerah tropis, bermigrasi ke daerah subtropis.


Walaupun begitu, cuaca dingin yang melingkupi kawasan subtropis bukan tanpa keuntungan. Banyak sekali hal positif yang bisa kita ambil. Sebagai contoh, di kawasan tropis, berbagai jenis penyakit dengan mudah menyerang. Berbagai jenis hewan-hewan kecil bisa dengan mudah bertumbuh. Semut, nyamuk, lalat dan berbagai jenis insek dengan mudah kita temui.


Namun, hal ini akan sangat sukar ditemui di daerah subtropis. Dengan suhu yang dingin, serangga-serangga tersebut tidak bisa berkembang dengan leluasa. Mereka akan sukar bertahan di tengah suhu dingin yang menusuk. Waktu yang paling ideal untuk mereka berkembang tentu saja pada saat summer tiba. Tapi, itu tidak bertahan lama. Alhasil, dengan kondisi ini, kehidupan kita bisa lebih baik. Mengapa? Karena kebanyakan vektor penyakit adalah serangga, misalnya nyamuk dan lalat.


Akan tetapi, semua itu tidaklah sepenuhnya menggembirakan. Kadang kala saya begitu “merindukan” gigitan seekor nyamuk. Lho? Sensasi menggaruk bekas gigitan nyamuk itu sangat “nikmat”. Hehe.




[caption id="attachment_133" align="aligncenter" width="300"]Nyamuk-nyamuk nakal (www.bingungbingung.blogspot.com) Nyamuk-nyamuk nakal (www.bingungbingung.blogspot.com)[/caption]

Di sisi lain, jika orang di sini tidak bisa kaya karena nyamuk, justru di daerah tropis, nyamuk bisa membuat orang menjadi kaya. Kenapa? Karena dengan adanya makhluk yang satu ini, maka ada pula namanya obat nyamuk berbagai macam versi. Iya kan? Hehe.


Intinya, segala hal pasti menyimpan dua sisi, baik dan buruk. Apalagi jika kita menempatkan sesuatu itu pada titik ekstrimnya. Terlalu ke kiri, jelek. Terlalu ke kanan, juga tidak baik. Yang terbaik adalah yang berada di tengah.


Salam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cytokine Storms: Bukan Sembarang Badai

Kapan Obat COVID-19 akan Tersedia?

Rokok Vs COVID-19