Nilai Keluar dalam 24 Jam

Salah satu perubahan mendasar yang perlu dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas manajemen adalah efisiensi waktu. Waktu yang dihabiskan terlalu lama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan pada gilirannya akan menghabiskan sumber daya lainnya yang tersedia. Jika dibiarkan, maka bukan tidak mungkin ketidakpuasan dari pihak-pihak yang terkait dengan pekerjaan yang kita lakukan akan segera bermunculan.


Sebagai seorang mahasiswa, salah satu hal yang sering membuat jantung berdebar-debar adalah menunggu waktu pengumuman nilai akhir mata kuliah. Pada saat-saat ini, huruf A, B, C, D, dan E menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu kedatangannya. Mahasiswa yang mendapatkan nilai A akan mengembangkan senyumannya dan dari lisannya terucap, “Alhamdulillah.” Jika nilai B yang diperolehnya, maka senyuman itu masih terlihat indah walaupun dari bibirnya keluar ucapan tambahan, “Alhamdulillah. Nggak apa-apa.” Untuk mahasiswa yang memiliki nilai C, senyuman itu mulai berkurang seraya menarik nafas panjang dan berkata, “Alhamdulillah. Rantai karbonku bertambah.” Adapun mereka yang mendapatkan nilai D hanya bisa memaksakan senyumannya. Senyumnya getir seolah menemani kalimat, “Alhamdulillah. Daripada dapat E?” Nah, bagi yang mendapatkan nilai E, senyuman itu praktis hilang berganti dengan kepiluan dan kegetiran yang merajai hati. Namun, mereka tetap masih bisa berucap, “Alhamdulillah. Dosen pengajar MK ini masih sayang kepada saya. Beliau masih ingin bertemu saya tahun depan.”


Namun, kadang rasa berdebar menunggu keluarnya nilai-nilai itu berubah menjadi rasa dongkol tak terkira saat mendapatkan kenyataan bahwa nilainya begitu lama keluar. Seminggu, dua minggu, bahkan sebulan setelah ujian akhir pun kadang masih belum diumumkan. Rasa dongkol mahasiswa tentu saja beralasan mengingat nasib mereka di semester berikutnya sangat ditentukan oleh nilai-nilai yang belum diumumkan hari ini.


Belum lagi jika mahasiswa yang bersangkutan ingin pulang kampung bertemu orang tua. Jika saja nilainya cepat keluar, maka akan segera diketahui jenis penyambutan yang akan dilakukan oleh orang tua kepada sang anak yang pulkam itu. Kalau ternyata nilainya A, maka penyambutannya akan meriah. Tapi, jika ternyata nilainya E, maka sang anak pasti berupaya merahasiakannya alias tidak ada penyambutan. Jika sampai diketahui, maka agenda pulkam bisa saja dibatalkan secara sepihak. Hehe.


Mungkin saja alasan-alasan inilah yang menjadi salah satu pertimbangan, sehingga aspek pengeluaran nilai di sini begitu cepat. Tidak perlu menunggu seminggu, 2 minggu, atau sampai sebulan demi melihat nilai akhir kita. Dosen di sini cuma butuh waktu 1 hari untuk mengumumkan nilainya.


Kemarin, Kamis (12/12/2013), saya mengikuti ujian MK Toksikokinetik. Hari ini, Jum’at (13/12/2013), nilai akhir saya sudah terlihat di akun saya. Alamak…!


Tentu saja hal ini terjadi karena pengaruh jumlah mahasiswa yang diajar. Faktanya, untuk MK tersebut, jumlah pesertanya hanya sekitar 20-an orang. Dengan jumlah yang tidak membludak, pastinya akan berimbas pada waktu pemeriksaan ujian yang cepat. Inilah yang namanya konsekuensi.


Faktor lain yang mungkin ikut mempengaruhi adalah jenis soal yang diberikan. Soal berbentuk pilihan ganda dan essay tentu saja berbeda. Pilihan ganda biasanya akan diperiksa lebih cepat dan lebih objektif, sedangkan essay test membutuhkan waktu yang lebih lama dan tingkat subjektifitasnya lebih tinggi. Akan tetapi, perbedaan bentuk soal ini tidak terlalu berpengaruh karena faktanya, soal yang diberikan kepada kami kemarin adalah soal essay berjumlah 29 nomor.


Apapun itu, akhirnya hari ini saya bisa tersenyum dan berkata “Alhamdulillah”.

Komentar

  1. dosen hebat, essay 29 nomor untuk mhsw dalam waktu kurang dari 24 jam.😁

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cytokine Storms: Bukan Sembarang Badai

Kapan Obat COVID-19 akan Tersedia?

Rokok Vs COVID-19