(Masih) tentang Teknologi

Baru saja advisor saya meminta tolong kepada saya untuk sebuah masalah teknis yang berkaitan dengan pengoperasian Excel 2007 di komputernya. Masalah yang dihadapi oleh advisor saya terhitung tidak terlalu rumit. Masalah itu muncul ketika sang advisor ingin menghitung rata-rata nilai mahasiswanya. Saat ingin melakukan hal yang seperti biasa dilakukannya, sang advisor menemui kesulitan.


Kesulitan itu terkait dengan “keengganan” Excel untuk mengkalkulasi secara otomatis. Biasanya, setelah kita menghitung satu baris data untuk mendapatkan average-nya, maka untuk baris-baris selanjutnya, kita tinggal menarik average pada baris pertama ke bawah. Hasilnya, baris-baris selanjutnya yang berada di bawah akan menghitung secara otomatis rata-rata dari data masing-masing. Masalah kemudian muncul tatkala advisor saya menyadari bahwa Excel kali ini tidak bisa mengkalkulasi otomatis. Alhasil, beliau harus menghitungnya satu per satu.


Hal inilah yang kemudian menjadi alasan, sehingga sang advisor merasa perlu meminta tolong kepada saya. Awalnya, saya belum pernah mengalami masalah seperti itu. Saya mencoba mengotak-atik sejenak Excel tersebut, tetapi tetap tak bisa. Karena tidak bisa menemukan solusi berdasarkan pengalaman-pengalaman yang saya miliki, maka saya minta izin kepada advisor saya untuk mencari solusinya di computer saya di laboratorium.


Saya pun mencoba bertanya kepada Mbah Google terkait masalah yang saya hadapi. Seperti biasa, Mbah Google pun menyediakan jawabannya dengan gratis. Ternyata, masalah yang dihadapi sang advisor hanya karena tercentangnya opsi “manual” pada button “calculation options” yang ada pada bagian “Formula” di Excel 2007. Seharusnya pada bagian tersebut yang tercentang adalah tombol “Automatic” agar proses kalkulasi yang kita lakukan di Excel pun bisa dilakukan secara otomatis. Masalah pun selesai. Advisor senang, saya pun ikut senang.




[caption id="attachment_166" align="aligncenter" width="252"]Seharusnya, button "Automatic" yang tercentang. Namun, pasa kasus sang advisor, justru button "Manual" yang tercentang. (Source: www.msdn.microsoft.com) Seharusnya, button "Automatic" yang tercentang. Namun, pada kasus sang advisor, justru button "Manual" yang tercentang. (Source: www.msdn.microsoft.com)[/caption]

Lagi-lagi saya membuktikan bahwa penggunaan teknologi sudah menjadi sebuah kebutuhan. Sewaktu belum ada computer, tentu kita masih bisa melakukan perhitungan rata-rata secara manual. Namun, semuanya dilakukan dalam waktu yang lebih lama. Untuk itulah, teknologi hadir. Teknologi menawarkan penyelesaian masalah yang lebih cepat dan efisien. Tinggal blok, control C, control V, masalah selesai. Hehe.


Saya pun tidak akan bisa menyelesaikan masalah sang advisor jika tidak dibantu oleh teknologi internet. Di tengah era kemajuan teknologi ini, pada dasarnya banyak masalah yang jawabannya tersimpan di internet.


Namun, teknologi tetaplah merupakan alat. Artinya, teknologi menyimpan dua sisi sekaligus. Baik atau buruk. Tumpul atau tajam. Yang menentukan sisi mana yang akan terlihat adalah kita, manusia, sebagai penggunanya. Kitalah yang menjadi penentu mau diapakan teknologi yang ada sekarang. Mau dibiarkan begitu saja atau dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kemaslahatan umat.


Di sisi lain, kita pun memiliki opsi lain untuk membuat teknologi menjadi sesuatu yang menakutkan. Sesuatu yang membawa kengerian. Sesuatu yang meninggalkan penyesalan. Teknologi pun “menawarkan” hal itu.


So, marilah bijak memanfaatkan teknologi yang telah tersaji di hadapan kita.


Salam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cytokine Storms: Bukan Sembarang Badai

Kapan Obat COVID-19 akan Tersedia?

Rokok Vs COVID-19