Teh Melati

2013-08-24 17.01.40


Ah...mendengar seduhan yang satu ini, selalu saja saliva saya terstimulasi untuk diproduksi. Teh melati sukses memberikan sensasi paling nikmat saat diteguk. Selain kopi, teh melati menjadi favorit saya untuk dinikmati saat pagi dan sore hari.


Nggak tahu kenapa, tetapi taste yang dihadirkan teh jenis ini memang beda dengan teh jenis lainnya. Asalkan diracik dengan takaran yang pas, saya serasa melupakan hutang saat merasainya. Hehe.


Berdasarkan informasi yang disajikan di Wikipedia, teh melati adalah teh yang diramu dengan menambahkan bunga melati ke dalam komposisinya. Tujuannya tentu untuk menambahkan sensasi aroma melati yang wangi itu.


Sebagaimana sejarah yang telah diketahui umum tentang asal minuman teh, teh melati pun pertama kali disajika di China pada zaman dinasti Song (960-1279 M). Sedangkan bunga melati sendiri diperkenalkan di China dari Persia sebelum abad ke-3.


Ah...mengapa ya orang-orang China itu bisa terpikir menambahkan bunga melati ke dalam teh mereka? Namun, apapun itu, tentu saja secara pribadi saya berterima kasih kepada mereka karena telah mewariskan minuman yang nikmat ini.


Tentu saja bukan hanya kenikmatannya yang dicari, tetapi juga kandungan zat-zat yang bisa membantu tubuh untuk kembali berenergi. Berbagai jenis antioksidan, utamanya dari golongan flavonoid, telah terbukti memberikan efek positif tersendiri bagi tubuh. Antioksidan berperan dalam membantu tubuh menetralisir radikal-radikal bebas berbahaya yang terdapat dalam tubuh kita.


Saya menyukai suguhan ini sejak saya berada di bangku kuliah. Pertama kali saya merasakan kenikmatan teh melati pada saat menghadiri acara kecil-kecilan seorang junior. Saya lupa siapa junior itu. Hehe. Sejak saat itu, jika ada junior yang mengundang ke rumahnya walau sekedar berdiskusi ringan, maka saya selalu saja mengharapkan suguhannya adalah teh melati. Dan itu akan saya sampaikan kepada sang junior. Hehe. Maklum...namanya juga senior.


Ya sudahlah kalo begitu! Mumpung lagi sore, saya ingin menikmati teh wangi ini.


Salam melati.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cytokine Storms: Bukan Sembarang Badai

Kapan Obat COVID-19 akan Tersedia?

Rokok Vs COVID-19